Postingan

MODEL SEIR UNTUK EPIDEMI FLU BABI PADA POPULASI BABI DENGAN LAJU KONTAK JENUH

Gambar
MODEL SEIR UNTUK EPIDEMI FLU BABI PADA POPULASI BABI DENGAN LAJU  KONTAK JENUH Diar Giganto 185130100111036 D - 2018 Program Studi Pendidikan Dokter Hewan, Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Brawijaya email: diargiganto14@gmail.com   Abstrak Babi merupakan inang alami dari virus in ϐ luensa yang secara anatomis, ϐ isiologis,  dan imunitas mirip ( similar ) dengan yang ada pada manusia. Virus in ϐ luenza subtipe  A yang ada pada manusia yaitu H1N1, H3N2 dan H1N2 merupakan enzootic  pada  populasi babi di dunia. babi dapat terinfeksi oleh turunan-turunan virus in ϐ luenza  tipe A dari manusia maupun dari burung dan dalam hal ini dianggap sebagai inang  sementara ( Intermediate hosts ) dari turunan-turunan virus f lu babi yang berpotensi  menyebabkan epidemi bahkan pandemi. Evolusi antigenik dari virus in ϐ luenza  pada babi terjadi dengan laju sekitar 6 kali lebih lambat dibandingkan dengan  Virus influenza ...

INFEKSI ENDOPARASIT PADA BABI BETINA INDUK

Gambar
                           INFEKSI ENDOPARASIT PADA BABI BETINA INDUK   Lutvi Aditya Pratama 185130100111033 D - 2018 Program Studi Pendidikan Dokter Hewan, Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Brawijaya email: @lutviadityapratamagmail.com ABSTRAK Babi di Bali memiliki nilai yang lebih dari sekedar sebagai sumber protein. Babi memiliki peran penting dalam penyelenggaraan upacara agama dan upacara adat. Dalam setiap kegiatan adat di Bali pasti menyediakan lawar,urutan,balung dan daging goreng yang semuanya merupakan olahan daging babi. Babi juga biasanya diolah menjadi babi guling  sebagai persembahan dalam upacara agama (Agustina 2013). Oleh karena itu, populasi babi di Bali semakin bertambah seiring meningkatnya populasi manusia di Bali. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik tahun 2015, Bali menduduki urutan kedua dengan populasi babi tertinggi di Indonesia setelah Nusa Tenggara Timur. Popu...

BOTULISM PADA BABI

Gambar
BOTULISM PADA BABI Lutvi Aditya Pratama 185130100111033 D - 2018 Program Studi Pendidikan Dokter Hewan, Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Brawijaya email: @lutviadityapratamagmail.com ABSTRAK Botulismus adalah penyakit yang berpotensi menyebabkan kematian pada hewan maupun manusia, bersifat neuroparalitik yang disebabkan oleh toksin dari Clostridium botulinum. Clostridium botulinum tersebar secara luas dalam tanah dan tanaman, isi usus dari hewan mamalia, burung dan ikan. Kedelapan tipe C. botulinum (A, B, C1, C2, D, E, F, G) telah dikenali dan masingmasing tipe toksin secara imunologik berbeda. Neurotoksin botulinum merupakan toksin biologis terkuat yang pernah diketahui dan bahkan di beberapa negara telah dikembangkan menjadi senjata biologis. Selain itu, aspek medik dari toksin telah dikembangkan untuk pengobatan berbagai penyakit pada manusia. Spora C. botulinum relatif tahan panas tetapi toksin botulinum tidak tahan panas dan dapat diinaktifasi dengan antitoksin ya...